Sman4banjarbaru’s Weblog

April 20, 2008

Andaikan

Filed under: Cerpen — sman4banjarbaru @ 6:59 am

Semilir lembut angin berhembus menerpa ujung rambut Dini dan Anggi di sore yang cerah dipenghujung Desember 2007. Suasana alam yang cerah ceria tidak sesuai dengan wajah sendu kedua gadis belia ini. Sepertinya mereka berdua teramat sedih. Bukan sedih berpisah dengan tahun 2007 yang banyak memberi kenangan bagi mereka, juga bukan karena hasil rapot SMAnya yang baru dibagikan wali kelas mereka jelek, kedua gadis ini termasuk siswa berprestasi di kelasnya. Lalu apa gerangan membuat kedua gadis manis ini bersedih???.

Anggi mulai mengangkat suara memecahkan keheningan. ”Aku rasanya tak percaya Din……..” Suaranya serak dan …Anggi tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Dinipun maklum akan kesedihan Anggi. Kedua sahabat itu saling berpelukan dan yang ada hanya suara lirih dan sesegukan pertanda air mata mereka tidak mampu lagi di bendung. Mereka berdua diam seribu bahasa, dada mereka bergemuruh, badan mereka sekali-sekali bergoncang menahan air mata kesedihan yang terlalu berat untuk dibendung………..

Entah berapa lama kedua gadis itu meratapi keadaan yang membuat mereka seperti menanggung beban yang teramat berat. Ahirnya Dini yang sudah mulai mampu meredakan perasaannya mulai bersuara. ”Sebaiknya kita kerumahnya saja sekarang memastikan isi SMS tersebut, apa benar atau tidak”. Seraya dia melepaskan pelukan Anggi yang bergayut dipunggunggnya.

”Aku tak mampu menatap matanya, apa yang harus kulakukan seandainya aku bertemu dia”, keluh Anggi.

Tapikan kalau kita tidak ke rumahnya untuk mencari tau, kita tidak tau keadaan yang sebenarnya” kata Dini lebih rasional seraya memberi pemikiran yang jernih kepada sahabatnya yang dalam kepanikan itu.

”Aku memang curiga melihat kesehatannya yang selalu menurun”.

Ucap Anggi terbata-bata dalam tangisnya yang sendu.

Waktu kita mulai ulangan semester tadi sepertinya dia kehilangan gairah”. Jelas Anggi.

Apa kamu tidak menanyakan apa yang terjadi dengannya” Komentar Dini.

Dia bilang ”Aku lagi flu Anggi”, kufikir dia flu biasa, tapi lama-lama aku melihat dia seperti orang lain, bukan Andy yang dulu kukenal. Andy yang ceria, Andy yang selalu tampil prima dalam Tim Basket sekolah. Andy yang selalu memesona para wanita”.

Suara Anggi terdengar parau. Dia berhenti bicara, matanya menerawang jauh menatap ranting akasia yang jatuh tepat di depan kantin sekolahnya. Ranting akasia itu kering tanpa daun. Dia menerawang tentang nasib Andy, apakah laki-laki yang mulai singgah di taman jiwanya itu sama seperti ranting yang jatuh terkulai tanpa daya dan tidak berguna? Kecuali menghitung hari menunggu jemputan sang malaikat maut?. Anggi tak sanggup meneruskan fikirannya yang bukan-bukan tentang Andy. Ya Andy; laki-laki yang mampu membuat jiwanya bergetar, laki-laki yang meruntuhkan imannya yang dulu sejak SMP tak tergoyahkan oleh rayuan lelaki.

Akh………” desah Anggi semakin lirih. ”Apakah nasib Andy akan sama dengan ranting akasia itu ?” kembali bisik lirih Anggi seakan bicara pada dirinya sendiri.

Andy memang tidak pernah hadir lagi ke sekolah setelah usai ulangan Blok semester Ganjil di sekolahnya, untung Andy bebas dari tuntuntan remedial dari para Gurunya, sebab dia mampu mencapai nilai KKM yang ditargetkan oleh sekolahnya. Walaupun tidak remedial angka rapot Andy menunjukkan perubahan angka yang signifikan. Jauh menurun! Dulu Andy yang selalu jago dalam segala hal termasuk menempati rengking lima besar di kelasnya, kini dia cukup puas dengan angka-angka minimal. Sebab kondisi fisiknya yang mengalami perubahan drastis.

Apakah Andy akan bertarung melawan penyakitnya yang hingga kini belum ada obatnya itu?” kembali Anggi mendesah. Dia tidak sanggup membayangkan kalau Andy berada dalam deretan panjang manusia-manusia di dunia yang diserang oleh virus mematikan itu.

“Hai Anggi”, sapa Dewi. “Kok wajahmu muram banget, ada apa?” tanya Dewi.

Akh…. nggak apa-apa”.

Gimana kabar Andy kok lama ngga kelihatan “ tanya Dewi menyelidiki. Anggi menjawab pendek

Andy lagi sakit”.

Sakit apa?” Tanya Dewi seperti terkejut.

Anggi juga ngga tau sakit apa” jawab Anggi singkat.

Apa kamu tidak menengoknya?” Tanya Dewi.

Insya Allah nanti sore Anggi bersama Dini akan ke rumahnya”. Jawab Anggi.

“Oke Anggi aku duluan ya, kirim salam aja sama Andy semoga lekas sembuh” Ucap Dewi seraya berlalu menuju ke arah parkir.

Dalam kesendirian seperti itu Anggi semakin panik, bagaimana kalau nanti kawan-kawan dan guru serta kerabat dan keluarganya tau kalau Andy positif terinfeksi virus HIV. Anggi semakin kacau. Dia pasti tidak mampu menjawab ataupun memberi penjelasan pada orang-orang tentang kekasih hatinya itu.

Anggi baru dua bulan belakangan akrab dengan Andy, dan awal Oktober 2007 mereka jadian sebagai sepasang kekasih. Dalam waktu yang relatif singkat itu Andy dan Anggi merajut tali kasih dengan ketulusan hati tanpa didasari gejolak-gejolak nafsu birahi yang bisa menyeret mereka ke lembah kenistaan. Bahkan Anggi yang sebelumnya tidak pernah akrab dengan seorang lelaki alias jatuh cinta, baru dengan Andylah pertama kali dia mengenal debaran hati yang sangat kuat sehingga dia tidak mampu menolak tatkala Andy menyampaikan perasaan hatinya lewat selembar surat yang dia dapati dalam buku catatan Biologinya yang dipinjam Andy.

Sejak itulah sepasang sejoli ini menjadi pusat perhatian di sekolah. Mengapa tidak, Andy adalah laki-laki tampan dan cerdas serta punya potensi dalam segala hal termasuk status sosial keluarga yang tergolong orang terpandang. Sedangkan Anggi wanita Muslimah taat, cantik dan memeliki kecerdasan yang dapat dibanggakan serta berasal dari keluarga Muslim yang memegang teguh ajaran agama.

Kisah cinta yang mereka jalanipun jauh dari konsep pergaulan bebas seperti yang melanda anak muda sekarang ini. Itulah yang membuat Andy sangat mencintai Anggi. Dia tidak mau terjebak untuk kedua kali dalam dunia kelam yang sempat menyeretnya beberapa tahun yang lampau dikala dia terjatuh ke jurang kenistaan. Waktu itu Andy duduk di kelas satu SMA, dengan potensi yang dia miliki membuat Andy selalu hangat diterima di mana saja, termasuk oleh cewek-cewek.

Suatu hari Andy diperkenalkan oleh temannya dengan seorang wanita bernama Nita. Nita SMPnya dulu di Surabaya, tapi karena ayahnya bertugas di Kalimantan maka Nitapun diboyong keluarganya ke Kalimantan Selatan. Nita sekelas dengan Edo teman Andy yang memperkenalkannya dengan Nita. Setan apa yang memasang prangkapnya sehingga Andy berhasil dijerat oleh Nita yang nampak lebih berpengalaman dibanding Andy dalam dunia percintaan.

Dalam waktu seminggu saling mengenal Andy seperti sulit untuk dipisahkan dengan Nita. Apalagi Nita sangat agresif dan berpengalaman membuat kelelakian Andy semakin tertantang. Lebih-lebih kesempatan berpeluang untuk mereka berdua memadu cinta sepertinya terbuka lebar.

Minggu pagi di awal Januari 2005 HP Andy bergetar karena adanya nada panggil. Ternyata yang memanggil adalah Nita.

Yang! aku kesepian disini tanpa kau, mau datang ya, di rumah aku sendirian. Papi dan Mami lagi pergi keluar kota. Entar malam baru pulang, mau ya?” Celoteh Nita diseberang sana genit dan mesra. Andy yang baru saja sore Sabtu menyaksikan flim forno di HP Indra kawannya, mulai menghayal yang bukan-bukan, sehingga dengan hati yang gemuruh diburu nafsu Andy langsung menjawab tanpa berfikir panjang.

Ya sayang aku pasti datang untukmu” jawabnya.

Waktu Andy menghidupkan motornya dia disapa Mamanya,

Mau ke mana nak?, kenapa kau tergesa-gesa sekali apakah kau sudah serapan?” Tanya ibunya yang bersiap-siap mau berangkat mendampingi ayahnya menghadiri sebuah undangan di hari Minggu itu.

Sudah Ma” Jawab Andy singkat. Dia tidak turun dari motornya untuk sekedar mencium tangan ibunya untuk pamitan karena otaknya sudah terkontaminasi daya hayal yang mengasyikkan, dia tergoda akan kemolekan tubuh Nita yang sering memakai pakaian sekolah yang ngepres dan rok di bawah pinggul serta pusatnya yang sering menyembul diantara kancing baju seragam putih abu-abu itu. Daya hayal itu semakin sempurna setelah dia menyaksikan adegan panas yang dilihatnya difile HP kawannya. Andy menancapkan gas motornya, tidak lama diapun sampai di pekarangan rumah Nita yang terlihat langgeng dan sepi.

Andy seperti orang kesurupan membunyikan klakson dan tidak lama keluar Nita dengan baju yang sangat minim sekali sehingga membentuk bodi yang sangat menggoda kelelakian Andy.

Sayang masuk cepat” kata Nita manja dan menggoda.

Iya sayang” Jawab Andy tidak kalah mesranya. Dengan sigap Nita menutup pintu rumahnya yang memang sepi tanpa ada orang di situ. Andypun dengan keberanian yang entah datang dari mana yang jelas ada dorongan yang begitu kuat dalam dirinya untuk membalas rangkulan Nita yang begitu menyesakkan dada Andy. Tatkala Andy duduk di sofa, Nita datang dengan segelas air jeruk hangat di tangannya. Dia memberi air jeruk tersebut kepada Andy. Tapi Andy lebih memilih meremas tangan Nita. Dan akhirnya mereka saling melupakan apa yang sebenarnya tidak pantas untuk mereka lakukan.

Yang, kita ke dalam kamarku yuk “ ajak Nita. Andy mengikut saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Di kamar, Nita sudah menyiapkan makanan kecil dan TV 14 in. Nita langsung menghidupkannya. Terlihat adegan panas ditayangkan dari layar TV yang berasal dari kaset CD Porno yang memang telah disiapkan Nita untuk pembangkit gairah birahi mereka berdua. Sehingga mereka berdua menikmati suasana itu seperti sepasang pengantin baru. Adegan panas kembali dilakonkan karena mereka berdua semakin terangsang melihat tayangan forno yang ada di CD yang baru saja di buka oleh Nita tadi.

Nita…….kau hebat…..aku kewalahan” kata Andy. Nita cepat-cepat menutup mulut Andy dengan jemari lentiknya. Bibirnya yang merekah bak bunga mawar yang ranum merekah semakin menggoncang jiwa Andy, dan Andypun mengembara dilautan kenikmatan yang berbau kenistaan bersama wanita yang kehausan seks.

Andy tidak sadar kalau dia sedang memenuhi hasrat wanita yang sering melanglang buana dari pelukan banyak lelaki. Dan Nita unggul karena dia mampu merenggut keperjakaan Andy. Entah berapa kali mereka melakukan hubungan badan hingga menjelang Magrib, sungguh mereka lupa kepada Allah dan bahkan lupa pada diri mereka sendiri. Tatkala azan Magrib menggema dari Mesjid yang berseberangan dengan rumah Nita baru Andy tersadar. Di batinnya yang paling dalam ada rasa penyesalan yang menghentak-hentak. Dilepasnya gerayang tangan Nita yang meminta diberi kepuasan untuk kali yang berikutnya, namun Andy serta merta berdiri dan menyambar pakaiannya yang berserakan dilantai karena tidak sempat menggantungkannya digantungan pakaian karena keburu memenuhi hasrat Nita yang melonjak-lonjak untuk dipenuhi.

Tanpa berpikir panjang dengan hati yang galau diapun pergi meninggalkan Nita yang masih kehausan seperti orang yang kehabisan air minum. Sungguh wanita bejat yang jauh dari tuntunan agama. Namun dia merasa puas bahwa hari itu dia mampu merenggut keperjakaan seorang lelaki belia yang terjerumus ke lembah nista akibat pergaulan yang tidak Islami. HP yang menyimpan koleksi foto-foto dan flim forno memang sangat berbahaya bagi jiwa para remaja yang baru tumbuh dan berkembang.

Waktu berjalan terus, begitu juga tuntutan seks Nita seperti tidak pernah terpuaskan membuat Andy menjadi muak dan menjauh dari Nita. Seiring dengan masa tugas orang tua Nita di Kalimantan telah berahir, keluarga Nita pindah ke daerah lain. Selama dua tahun Andy terpisah dengan Nita, dan selama itu pula Andy menjauh dan menjaga diri untuk tidak melakukan perbuatan yang diharamkan agama itu. Namun setelah dia duduk di bangku kelas XII, Andy berjumpa dengan Anggi, gadis jelita yang berjilbab serta taat beribadah. Andy berjanji dalam hatinya.

Andaikan gadis ini menerima cintaku, aku akan menjaga diri dan perasaanku agar aku tidak melakukan hal yang buruk seperti pengalaman burukku di masa lalu”. Begitu gumam Andy.

Benar juga, apa yang menjadi ketetapan hatinya telah pula Andy jalani. Selama 2 bulan mereka menjalin cinta kasih, satu kalipun Andy tidak pernah menjamah tubuh Anggi. Jangankan meremas tangannya atau menciumnya, bersentuhan tangan sekedar bersalaman saja baru sekali tatkala lebaran Idul Fitri. Namun aneh rasa cinta mereka semakin kuat dan semua dibuktikan dengan perhatian dan pengertian bukan dengan praktek zina murahan.

Andaikan kelak aku berhasil menyelesaikan studiku maka engkau akan kusunting menjadi ibu dari anak-anakku”. Kata Andy.

Insya Allah” Jawab Anggi tersipu sambil memainkan ujung jilbabnya. Disuatu hari setelah mereka usai salat berjamah di Musalla sekolah mereka. Namun manusia punya rencana Tuhan juga yang menentukan. Seperti petir yang menyambar di siang bolong berita yang dikirim lewat SMS kembali membuat Anggi tersentak.

Anggi segera ke rumah, Andy dalam keadaan koma”. SMS yang dikirim oleh kaka Andy itu membuat Anggi semakin panik. Untung Dini yang baru selesai mendirikan salat Dzuhur, karena dia tidak sempat mengikuti solat berjamaah berhubung dia baru saja datang dari SMAN ! mengantar undangan Seminar sehari tentang bahaya AIDS datang tepat pada waktunya. Dan setelah tau SMS itu Dini menenangkan Anggi dan mereka meluncur menuju rumah Andy.

Benar apa yang dikatakan kaka Andy, bahwa Andy dalam keadaan koma, tapi anehnya, setelah Anggi dan Dini datang Andy siuman dan mengulurkan tangannya yang sangat kurus, matanya cekung, bibirnya pecah-pecah, kering tak berwarna. Kulitnya keriput persis seperti tengkorak, rambutnya yang tebal mempesona kini hilang tinggal helaian yang jarang-jarang karena rontok. Padahal Anggi baru berpisah dengan Andy selama 4 hari. Tapi kondisi Andy sangat menyedihkan. Anggi terfana memandang sosok tubuh laki-laki yang pernah menggetarkan jiwanya itu. Seperti tidak percaya kalau lelaki yang terbaring lemah itu adalah Andy. Hati Anggi menjadi kecut. Tangannya terasa dingin, wajahnya pucat, matanyapun berkunang-kunang, hampir saja dia pingsan kalau tidak banyak berzikir meyebut-nyebut asma Allah.

Dosa apa gerangan yang dilakukan Andy sehingga Allah menghukumnya seberat ini” dalam hati Anggi berkata.

Seperti ada kontak batin antara dua sejoli yang saling menyinta itu, sebuah keajaiban telah pula berlangsung dikamar yang cukup mewah milik Andy. Terbata-bata suara Andy terdengar, sepertinya dia tidak punya lagi kekuatan yang dapat membuat dia bisa bercara lantang seperti dua bulan yang lalu fikir Anggi.

Anggi, maafkan aku ya. Ternyata Allah Maha adil! Dia tidak mau menyatukan hambanya yang penuh dosa dengan hambanya yang solehah! Allah sudah menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa wanita penzina akan kawin dengan lelaki penzina dan wanita beriman akan kawin dengan lelaki beriman. Engkau adalah wanita solehah, tak pantas berdampingan denganku. Aku sebentar lagi akan kembali kepada Allah, do’akan agar dia mengampuni dosaku. Di depan semuanya aku mengakui dosaku. Bahwa aku pernah terjerumus ke dunia maksiat akibat memenuhi nafsu binatang yang menguasai aku saat itu. Dan aku diazab Allah sekarang semoga ini jadi pelajaran buat generasi muda dibelakangku. Satu bulan yang lalu wanita yang menularkan virus HIV kepadaku juga telah kembali kepada Allah. Kata Andy terbata-bata. Air matanya jatuh berderai membasahi pipinya yang keriput. Kemudian dia melanjutkan;

Beberapa waktu yang lalu ayah Nita menelponku memberi kabar bahwa Nita telah berpulang kerahmatullah karena teinfeksi HIV akut dan tidak tertolong. Ayah Nita tau tentang aku melalui buku agenda Nita yang banyak menulis tentang diriku” Uacap Andy terbata-bata.

Andaikan aku mampu melawan hawa nafsuku waktu itu, aku yakin Allah menjodohkan kita. Dan kita kelak akan mempunyai anak keturunan yang bersih dan suci sebagaimana yang diharapkan Allah. Andaikan engkau yang datang bukan Nita wanita bernafsu binatang itu, keadaanku tidak mungkin seperti ini. Oleh sebab itu atas dasar cintaku yang suci sesuci hubungan batin kita aku bersumpah bahwa aku hanya mencintaimu dan maafkan diriku yang penuh noda ini. Andaikan aku nanti dipanggil Allah, ziarahilah kuburku dan bacalah ayat-Ayat Allah agar dapat mengurangi azab yang diberikan Allah padaku di alam barzah. Kirimilah aku surah yasin di malam Jum’at agar aku tenang di sana walaupun hanya sesaat.” Kata Andy terbata-bata.

Matanya lembut menatap Anggi. Anggi hanya dapat menganggukkan kepalanya, untuk menjawab semua pernyataan dan permintaan Andy. Semua keluarga yang berhadir tidak mampu membendung air mata, mendengar dan melihat suasana pilu dan sendu. Kedua orang tua Andy menangis tiada henti, seraya menyesali diri, mengapa mereka egois mementingkan mengejar harta dan jabatan serta kepopuleran, sedangkan anak diabaikan. Mereka baru menyadari bahwa harta dan jabatan tidak punya makna tatkala mereka mendapat musibah yang begitu memilukan sekaligus memalukan itu.

Andaikan dulu kita memperhatikan pendidikan agama untuk anak kita insya Allah Andy anak kita tidak begini Pa” kata Mama Andy.

Iya Ma,” Jawab Bapak Andy.

Sungguh aku merasa malu dihadapan Allah juga didepan hamba-hamba-Nya bahwa kita gagal dalam mendidik anak” lanjut Beliau.

Andy sudah tidak mampu lagi melanjutkan kata-katanya, tapi dia seakan ingin bicara dengan kedua orang tuanya, namun lidahnya kelu energinya seperti lenyap, Cuma isyarat dimatanya menunjukkan bahwa dia jangan disesali. Terahir atas izin Allah dia mampu tersenyum pada Anggi yang selalu membacakan ayat-ayat Allah di sampingnya. Bibir Anggi yang senantiasa basah oleh zikrullah dan menyebutkan asma Allah itu membuat Andy semakin tenang menghadap malaikat maut yang bakal menjemputnya.

Anggipun berbisik dalam hati. ”Sungguh Allah Maha melindungi dan Maha Penyayang, Dia lindungi aku dari bencana yang sangat berbahaya, seandainya aku tidak dibimbing dan dipimpin oleh Allah niscaya aku terjangkit penyakit yang mamatikan ini. Andaikan aku mengikuti bisikan setan niscaya aku termasuk kelompok orang yang merugi. Terimakasih ya Allah Engkau memperlihatkan kebesaran dan Kekuasaan-Mu kepadaku”. Anggi membatin.

Tepat jam 12 siang, Andy menghembus nafasnya yang terahir. Rohnya diangkat oleh malaikat maut untuk menghadap Sang Penciptanya. Satu lagi korban AIDS jatuh memperpanjang jumlah konban yang berjatuhan setiap hari di berbagai penjuru dunia. Ini akibat manusia tidak mau tau tentang petunjuk Allah, lebih memilih kenikmatan semu dan melupakan kehidupan yang kekal di akhirat. Andaikan manusia ingat akan negosiasi Allah dengan Iblis bahwa iblis akan menggoda anak cucu Adam hingga akhir zaman, tentu manusia akan mendengar firman Allah dan lebih mengikuti suara hatinya yang bersih.

Andaikan manusia ingat akan jawaban Allah waktu bernegosiasi sebagaimana yang termuat dalam surah Al-Baqarah bahwa Allah menegaskan :

Silahkan kau ganggu anak cucu Adam, engkau tidak akan mampu menggoda mereka yang ingat kepada-Ku”. Maka manusia tidak akan banyak yang bersekutu dengan iblis dan tidak akan menjadi teman iblis di dalam neraka. Sayang manusia lebih memilih suara iblis dari pada suara Ilahi.

Anggi dan Dini kembali pulang ke rumah masing-masing tanpa ada kata yang keluar dari bibir mereka. Fikiran mereka berkecamuk dengan peristiwa yang mengerikan yang baru saja mereka saksikan. Begitulah Allah memperlihatkan kepada manusia betaba dahsyat azab bagi orang yang melupakan Allah. Ini baru azab yang nampak pada kasab mata manusia. Lain lagi azab di akherat yang sifatnya kekal lagi abadi. Nauzubillahhiminzalik.

Tulisan Dra. Hikmawati Guru Biologi dan Muatan Lokal di SMA Negeri 4 Banjarbaru Kalsel. Domisili Komplek Borneo Jalan Mahoni Blok H No.9 RT 01 RW 01 Landasan Ulin. HP 08524989138

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: